Jika ada yang salah dengan para gonone, Nuku-lah yang akan bertindak sendirian. Perang dalam bentuk apapun butuh kendali agar tak bias. Jika pada masa lalu, peran para gonone diatur dan hanya memperjuangkan daulat Sultan dan negaranya, kini proxy war menawarkan hasrat yang melintasi banyak batas. Banyak telik sandi berganti wajah. Di masa kini, kemajuan internet dengan kecepatan dan jejaringnya juga mereduksi moralitas “negara”. Dalam banyak kasus kekinian, negara tak hanya gagal melindungi dirinya tetapi dalam wajah yang lebih personal, negara bahkan dengan angkuh meretas privacy warganya. Tak ada perlindungan. Kita terpojok dan kesulitan membedakan lawan dan kawan. (**)
Gonone




