Gonone

oleh -143 views

Kejahatan digital seumuran dengan kemunculan tekhnologi berbasis internet yang serba cepat dan melintas batas. Pada mulanya pelaku beroperasi sendirian. Motifnya juga sekedar menguji kemampuan. Semacam kenakalan yang inovatif. Ketika ada keuntungan yang didapat, motif kejahatannya makin terang benderang. Jika dulu sendirian beroperasi, kini kejahatan digital berhimpun dalam sebuah korporasi. Lokal maupun antar negara. Mereka menggunakan tekhnologi yang lebih canggih, teroganisir dan ambisius. Kejahatan seperti ini sulit dilawan karena mereka menggunakan taktik “ransomware”. Berperang dengan menyebarkan “malware” – semacam perangkat lunak dalam bentuk apapun yang sengaja dirancang untuk merusak komputer.

Malware – berasal dari gabungan kata ; Malicious – berniat jahat dan Software – perangkat lunak, umumnya disusupkan lewat jaringan internet yang pada awalnya akan menginfeksi perangkat komputer. Ia kemudian melacak data yang terenskripsi dengan menggunakan kode rahasia unik yang dibuat hacker. Karena itu, para pakar keamanan komputer mengingatkan agar kita jangan mudah membuka apapun yang dikirim, jika pengirimnya tak dikenal. Kiriman yang berisi “jebakan” itu sebaiknya langsung dihapus. Hindari pula membuka kiriman dari email yang tidak dikenal. Perbiasakan untuk memback up data secara manual dan memindahkannya ke “tempat” yang aman. Akun platform juga sebaiknya menggunakan verifikasi keamanan dua langkah. Begitu juga dengan password yang lebih aman memakai kombinasi huruf dan angka. yang paling terbaru, upaya meretas telepon biasanya menggunakan nomor luar negeri atau nomor yang tidak dikenali. Ketika anda menjawab telepon dari nomor-nomor itu, seketika telepon anda langsung mereka kuasai.