Ia juga menambahkan bahwa langkah tersebut berkaitan dengan kepentingan politik dan elektoral Israel, di tengah proses diplomasi yang berlangsung.
Pembicaraan di Kairo dan Sikap Palestina
Pernyataan Hamas disampaikan di tengah berlangsungnya pembicaraan antara faksi-faksi Palestina dan mediator di Kairo untuk menyelesaikan sejumlah isu yang masih tertunda dalam perjanjian gencatan senjata.
Qassem menyebut pihak Palestina menunjukkan sikap positif dalam perundingan tersebut.
“Pihak-pihak yang berpartisipasi dalam diskusi mencapai pemahaman awal tentang isu-isu pelik dalam perjanjian tersebut,” ujarnya, tanpa merinci kesepakatan yang dimaksud.
Namun demikian, ia menilai langkah Israel di lapangan justru berbanding terbalik dengan semangat negosiasi yang sedang dibangun.
Situasi Kemanusiaan Kian Memburuk
Hamas juga menyoroti berbagai pelanggaran lain yang dilakukan Israel, termasuk pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan seperti makanan, obat-obatan, perlengkapan medis, serta bahan tempat tinggal ke Gaza.
Selain itu, penyeberangan yang seharusnya dibuka sesuai perjanjian juga belum direalisasikan.
Data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, sejak gencatan senjata diberlakukan, ratusan warga Palestina menjadi korban akibat insiden di wilayah perbatasan.
Sementara itu, situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Ratusan ribu warga terpaksa tinggal di tenda dan tempat penampungan sementara setelah rumah mereka hancur akibat konflik berkepanjangan.










