Hendak Melahirkan, Ibu Hamil di Pedalaman SBB Ditandu dan Diseberangkan dengan Rakit Bambu

oleh -90 views
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (31/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIT. Marici Haikutty (40), yang telah memasuki masa persalinan, harus dievakuasi secara manual menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan masyarakat, terutama ibu hamil yang membutuhkan penanganan medis secepat mungkin. Keterlambatan memperoleh layanan kesehatan berpotensi meningkatkan risiko terhadap keselamatan ibu maupun bayi.

Selain persoalan akses jalan, masyarakat juga mengeluhkan belum adanya tenaga kesehatan yang menetap di Desa Ahiolo. Hingga kini, warga masih harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.

Warga Minta Jalan dan Tenaga Medis Segera Disediakan

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat bersama Pemerintah Provinsi Maluku segera membangun akses jalan menuju Desa Ahiolo agar kendaraan dapat menjangkau desa, terutama ketika terjadi keadaan darurat.

Selain membuka keterisolasian, infrastruktur jalan dinilai akan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini terkendala sulitnya akses transportasi.

Warga juga meminta Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat melalui Dinas Kesehatan SBB segera menempatkan tenaga kesehatan secara permanen di Desa Ahiolo.

Baca Juga  Soroti Kinerja Sufari, Praktisi Hukum Sebut Tujuh Kasus Korupsi Jadi Pekerjaan Rumah Kajati Malut yang Baru

Keberadaan tenaga medis dan layanan kesehatan dasar dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat tidak lagi mempertaruhkan keselamatan hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.