“Kepulauan Sula, Menelusuri Jejak dan Identitas.” (Merekonstruksi Memori Kolektif)

oleh -54 Dilihat

Molly mencatat repatriasi pertama para pejuang Indonesia dari pelabuhan Sydney, Australia, dengan kapal Esperance Bay, sebanyak 1.416 orang. Semuanya ada empat kapal yang memuat 500-600, 400, 200 penumpang, setelah Esperance Bay. Seluruhnya ada lebih dari 2.000 orang Indonesia di atas kapal-kapal tersebut.19 Hingga paska kemerdekaan, Molly
Bondan ini masih tetap berpartisipasi bagi Indonesia pada Departemen Luar Negeri (1961-1965), dimana ia menjadi penulis pidato bahasa Inggris bagi Presiden Soekarno. Mantan Menlu Australia, Gareth Evans, menyebut Molly Bondan sebagai simbol hidup yang mempererat hubungan Australia sebagai tanah airnya dan Indonesia sebagai negara
keduanya.

Nakh, beberapa diantara eks Digoelisten ini bahkan berjuang hingga menghembuskan nafas terakhirnya di Australia. Mereka tak sempat kembali ke tanah air yang diperjuangkan kemerdekaannya hingga akhir hayat. Bahkan ada yang ditembak mati dalam Kamp Tawanan Belanda di Australia tersebut sebagaimana kesaksian Mohamad Bondan dalam memoarnya.

Baca Juga  Gubernur Sibuk Pencitraan, 1.819 Siswa SMA-SMK di Maluku Utara Putus Sekolah

Pemerintah Australia kemudian memberikan penghormatan dengan membangun Taman
Makam Pahlawan Khusus bagi Pejuang-pejuang Indonesia ini di Kota Cowra, Negara Bagian New South Wales, sebagai bukti dukungan dan simpati atas perjuangan mereka terhadap kemerdekaan Indonesia. Setiap HUT Kemerdekaan RI, masyarakat Indonesia di Australia, masih melakukan upacara bendera disini. Untuk mengenang para pejuang, eks Digoelisten ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.