Ketika “Bahtera Nabi Nuh” Akhirnya Berlayar Setelah Ditahan 18 Bulan

oleh -14 views

Saat kapal ini ditahan, Peters mengatakan bahwa replika ‘kapal’ Nabi Nuh miliknya punya asuransi penuh dan telah lolos sejumlah inspeksi atau pengujian.

Dikatakan pula, kapal ini sudah pernah bersandar di sejumlah negara di Eropa dan tidak perlu didaftarkkan ke satu negara tertentu.

Kekhawatiran soal peralatan keselamatan pun “sudah diatasi dan sudah ada juga sertifikatnya, demikian juga dengan kewajiban-kewajiban finansial yang harus dipenuhi”, kata sang pemilik kapal.

Sengketa antara MCA dan pemilik kapal membuat kapal ini seakan “terkatung-katung” di Ipswich.

Namun kini sudah dicapai kesepakatan, yang mendorong MCA membolehkan kapal ini berlayar ke Belanda.

Asosiasi pengelola pelabuhan Inggris (ABP) mengatakan puas dengan perkembangan ini dan mengatakan, “Kami tentu senang sudah ada kesepakatan antara MCA dan pemilik kapal … selamat jalan semoga selamat tiba di Belanda.”

Baca Juga  Didukung Perindo, Elang Usung Tagline Lanjutkan Pembangunan Halmahera Tengah

Pihak berwenang di Belanda menggambarkan kapal ini sebagai “obyek yang mengapung” yang dibolehkan melakukan satu perjalanan internasional “dalam situasi darurat”.

Seperti apa penggambaran di dalam kapal?

Kapal ini dibeli Aad Peters seharga tiga juta euro atau sekitar Rp 51,5 miliar, yang berharap kapal ini akan menjadi “bahan pembicaraan banyak orang”.

Ia membutuhkan tim beranggotakan sekitar 50 orang untuk mengubah kapal menjadi museum, mengambil inspirasi dari kisah-kisah kenabian yang ada di kitab suci.

No More Posts Available.

No more pages to load.