Ladang Gas Blok Masela Terancam Membeku, Ini Penyebabnya

oleh -336 views

Analisis komparatif dari berbagai proyek LNG yang dibagikan di antara para eksekutif industri menunukkan Masela berada di ujung paling atas dari kurva biaya.

Titik impasnya sendiri mencapai USD 7,85 sampai USD 8 per MBTU.

Serta permintaan domestik akan terus meningkat untuk gas alam karena sifatnya yang lebih bersih dari batu bara dan kini mengisi 18% dari campuran energi.

Konsumsi gas di Indonesia masih terbilang tinggi meskipun di tengah pandemi Covid-19, dengan data tahun lalu masih mencapai 2.8 juta ton, turun sedikit dibandingkan tahun 2019.

Pemerintah Indonesia baru-baru ini membatasi harga gas alam yang dijual ke pembangkit listrik yang dikelola PLN, sebesar USD 6 per MBTU.

Baca Juga  Kebut Hilirisasi Ubi Kayu di Bursel, Pemprov Maluku Soroti Kepastian Lahan

Tujuannya adalah untuk mengurangi subsidi, dengan saat ini PLN membayar USD 8.4 per MBTU.

SKK Migas telah memberi tenggat waktu bagi Shell sampai akhir tahun guna menemukan pembeli.

Namun Shell sendiri kesulitan karena kondisi lesu di tengah pandemi Covid-19, mengingat dampak besar yang ditimbulkan pandemi terhadap ekonomi Indonesia dan investasi asing baru.

Salah satu sumber yang paham masalah saat ini menyebut, jika sampai akhir tahun belum menemukan investor baru, Inpex harus mereview seluruh proyek.

“Sangatlah penting memiliki mitra untuk berbagi biaya produksi, jika tidak mereka harus membayarnya sendiri.”

No More Posts Available.

No more pages to load.