“Lima lagi bersama ratusan teman yang lain itu diculik di perairan internasional,” katanya.
Kelima WNI yang dilaporkan ditahan yakni Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat), Thoudy Badai Rifanbillah dan Bambang Noroyono (Republika), Rahendro Herubowo (iNews), serta Andre Prasetyo Nugroho (Tempo).
Sementara itu, empat WNI lainnya dilaporkan masih melanjutkan perjalanan dalam armada menuju Gaza.
Dicegat Saat Membawa Bantuan untuk Gaza
Global Sumud Flotilla 2.0 diketahui membawa bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat-obatan untuk warga Palestina di Jalur Gaza. Armada tersebut berlayar menuju wilayah konflik sebagai bagian dari solidaritas internasional.
Namun, saat memasuki kawasan timur Laut Mediterania sekitar pukul 11.00 waktu Turki, sejumlah kapal dalam konvoi dicegat oleh militer Israel.
Beberapa kapal yang disebut berada dalam armada antara lain Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Hingga kini, kondisi para awak kapal, termasuk WNI, masih belum diketahui secara rinci.
Pemerintah RI Intensifkan Koordinasi
Pemerintah Indonesia menyatakan terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan keselamatan para WNI yang terlibat dalam insiden tersebut. Selain melalui jalur diplomatik, komunikasi juga dilakukan dengan organisasi kemanusiaan dan jaringan internasional.










