Lima WNI Ditahan Israel Saat Armada Global Sumud Dicegat di Laut Mediterania

oleh -208 views
Aksi militer Israel terhadap armada bantuan kemanusiaan internasional kembali memantik kecaman. Kali ini, lima warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan ikut ditahan setelah kapal yang mereka tumpangi dicegat di perairan internasional Laut Mediterania, Senin (18/5/2026).

Porostimur.com, Tel Aviv — Aksi militer Israel terhadap armada bantuan kemanusiaan internasional kembali memantik kecaman. Kali ini, lima warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan ikut ditahan setelah kapal yang mereka tumpangi dicegat di perairan internasional Laut Mediterania, Senin (18/5/2026).

Peristiwa itu terjadi saat armada Global Sumud Flotilla 2.0 yang membawa bantuan untuk warga Gaza dihentikan oleh militer Israel di sekitar perairan Siprus. Intersepsi tersebut menimpa sejumlah kapal dalam konvoi, dan berujung pada penahanan ratusan relawan dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri langsung menyampaikan kecaman keras. Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyebut tindakan itu sebagai bentuk pelanggaran terhadap misi kemanusiaan internasional.

Baca Juga  Ekonom Keuskupan Amboina Jagokan Argentina di Piala Dunia 2026, Sebut Faktor Messi Jadi Penentu

“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal dalam misi kemanusiaan internasional,” ujarnya.

Lima WNI dalam Daftar Relawan yang Ditahan

Informasi dari pusat komando misi di Istanbul, Turki, mengungkapkan bahwa sedikitnya lima WNI berada di antara relawan yang ditahan. Mereka tergabung dalam rombongan jurnalis dan pekerja kemanusiaan yang ikut dalam pelayaran menuju Gaza.

Steering Committee Indonesia di Command Center Istanbul, Dr. Maimon, menyebut penahanan tersebut terjadi di wilayah yang diklaim sebagai perairan internasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.