PBNU Berhentikan Gus Yahya, Kepemimpinan Beralih ke Rais Aam

oleh -179 views
Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sarmidi Husna memastikan kepemimpinan organisasi kini berada sepenuhnya di bawah kendali Rais Aam. Hal ini ditegaskan seusai terbitnya surat edaran pemberhentian Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari jabatan ketua umum PBNU, Kamis, 27 November 2025. (Beritasatu.com/Theressia Sunday Silalahi)

Porostimur.com, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan bahwa kepemimpinan organisasi kini berada sepenuhnya di bawah komando Rais Aam. Kepastian itu disampaikan Katib Syuriyah PBNU, KH Sarmidi Husna, menyusul terbitnya surat edaran pemberhentian Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari jabatan ketua umum PBNU, Kamis (27/11/2025).

Kepemimpinan PBNU Berada di Tangan Rais Aam

Dalam konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Sarmidi menjelaskan bahwa selama posisi ketua umum kosong, kepemimpinan PBNU dialihkan langsung kepada Rais Aam selaku pemegang otoritas tertinggi di organisasi.

“Selama kekosongan jabatan ketua umum, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam selaku pimpinan tertinggi PBNU,” ujarnya.

Baca Juga  Ketika Lingkaran Kekuasaan Menjadi Terlalu Sempit

Pernyataannya merujuk pada isi surat edaran yang disampaikan oleh KH Afifuddin Muhajir dan KH Tajul Mafakhir.

Surat Edaran Dinilai Sah dan Mengikat

Sarmidi juga menegaskan bahwa Surat Edaran PBNU Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 terkait pemberhentian Gus Yahya adalah sah dan memiliki kekuatan mengikat. Dalam surat tersebut, Gus Yahya dinyatakan tidak lagi menjabat ketua umum PBNU efektif sejak Rabu (26/11/2025) pukul 00.45 WIB.

“Surat yang ditandatangani KH Afifuddin Muhajir dan KH Tajul Mafakhir itu sah. Dengan surat tersebut, Gus Yahya resmi tidak lagi menjabat ketua umum,” tegasnya. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.