Pemilu 2024 di Maluku Masih Sekadar Ritual Politik

oleh -5 Dilihat

Tak sekadar itu. Cukup banyak pendatang baru potensial hijrah dari satu partai ke partai lain, karena dianggap berpotensi meraih suara lebih banyak dari incumbent yang masih bermimpi meraih suara terbanyak dari caleg lain dalam daftar caleg pada dapilnya.

Itu juga yang menyebabkan pada hampir semua partai, masih kental praktik lama dominasi caleg yang dalam kalkulasi hanyalah pengumpul suara bagi caleg incumbent atau yang benar-benar potensial.

Di pihak lain, para incumbent kepala daerah/wakil kepala daerah yang walau pun tidak mencatat prestasi yang berarti dalam perbaikan keadaan negeri ini sudah mulai pasang aksi melalui pamer iklan dan merajut net working menjangkau semua wilayah. Tak kalah sengitnya, para pendatang baru pun nimbrung juga dengan pola yang sama. 

Baca Juga  Kritik atas Ilusi Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Sangat disayangkan semakin dekat dengan pelaksanaan pileg dan pilkada, tak banyak terendus promosi ide atau gagasan mengenai hari depan negeri ini. Tak ada yang memetakan problem utama negeri sebagai dasar mengembangkan ide dan anatomi derivatifnya.

Mereka yang ancang-ancang menominasikan diri sebagai kepala daerah, yang incumbent hanyalah menggemakan periode kedua dan sedikit pun tidak bergeming dengan apa prestasi yang telah dianyam selama ini. Sementara pendatang baru sibuk dengan tag line melankolis “hadir untuk mengabdi bagi negeri”? dan sebagainya. 

No More Posts Available.

No more pages to load.