Pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahardiansah menilai selama ini pemerintah tidak serius melindungi keberlangsungan industri media, terutama dalam hal perlindungan ekosistem bisnis media.
“Pemerintah sendiri terlihat kurang optimal dalam memberikan perhatian. Bahkan, terkadang cenderung abai,” katanya.
Menurut Trubus, Kementerian Komunikasi dan Digital seharusnya berperan aktif merancang strategi kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri media. Tetapi, sayangnya industri media malah dibiarkan terus bergantung pada pendapatan iklan yang kini semakin tersaingi oleh platform digital.
Kekerasan Terhadap Jurnalis Meningkat

Selain PHK massal di industri media, jurnalis di Tanah Air saat ini masih terancam dengan tindak kekerasan. Negara sampai sekarang tidak mampu memberi perlindungan penuh terhadap jurnalis sehingga membuat angka kekerasan terus meningkat.
“Serangan terhadap kebebasan pers terus meningkat. Yang terakhir, bahkan saat meliput aksi Hari Buruh 1 Mei kemarin, sejumlah jurnalis di beberapa daerah yang tengah melaksanakan tugas jurnalistiknya juga mengalami serangan,” kata Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida.
AJI Indonesia mencatat hingga 3 Mei 2025, sedikitnya terdapat 38 kasus kekerasan menimpa jurnalis. Awal bulan ini saja ada kasus kekerasan jurnalis terjadi dalam dua hari. Sedangka pada April 2025, tercatat delapan kasus. Sedangkan pada Maret lalu, ada 14 kasus.









