Sementara itu, Kapolsek Wahai, AKP Yamin Selayar yang diwakili oleh Kanit Binmas Polsek Wahai, Iptu Cun Hariyanto menjelaskan, Kampung Tangguh Nusantara (KTN) merupakan program pemerintah pusat yang di motori oleh kepolisian Republik Indonesia dan menjadi program Kerja 100 hari Kapolri.
“Di kembangkan oleh perangkat desa, Babinsa, bhabinkamtibmas dan masyarakat yang memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesadaran dalam mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona, serta ketahanan pangan setiap desa,”kata mantan Kapolsek Kota Masohi itu.
Dikatakan, tujuan dari Kegiatan KTN mengembangkan perekonomian di bidang Kesehatan, Ekonomi, Keamanan dan inovasi Kreatif.
“Bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas masyarakat serta mengerti akan ketahanan pangan dalam menghadapi Covid-19,”paparnya.
Ditambahkan, adapun program yang juga harus dilaksanakan adalah pembentukan Forum komunikasi Perpolisian Masyarakat (FKPM) agar permasalahan yang terjadi di kedua Negeri itu, dapat di selesaikan secara musyawarah dan berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta BPN.
“Satuan Keamanan Lingkungan (SATKAMLING) dapat menjaga Kamtibmas maupun mencegah terjadinya tindak kejahatan mengungsikan linmas sebagai yang mengkoordinir warga dalam menjada keamanan dilingkungan kedua negeri,”ujarnya.




