Sekretaris Daerah Maluku Utara Buka Kegiatan Uji Kompetensi Wartawan

oleh -71 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Sebanyak 54 orang wartawan di Maluku Utara, mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tahun 2021 yang dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Mustopo (Beragama) bekerjasama dengan Dewan Pers.

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir menghadiri sekaligus membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan di Kota Ternate Tahun 2021 yang dilangsungkan di Sahid Bela Hotel, Jumat (9/4/2021).

Sekprov dalam sambutannya menyampaikan, tahun 2021 ke depan adalah tahun dimana Teknologi Informasi dan Komunikasi menjadi leading sector.

“Teknologi dan Informatika di masa pandemi Covid-19 menjadi jembatan emas karena tanpa bertatap muka langsung dengan orang lain pun, kita dapat berkomunikasi dengan orang yang kita inginkan, baik melalui aplikasi Meeting Zoom, aplikasi WA, Messenger, Facebook bahkan aplikasi canggih lainnya,” tuturnya.

Link Banner

Selain itu, menurut Sekprov, derasnya informasi yang diproduksi oleh para pekerja media dapat dilihat dari suburnya lembaga media di Maluku Utara.

Baca Juga  Walikota Ambon Perpanjang Status Tanggap Darurat

“Dengan berkembangnya teknologi digitalisasi media, khususnya media online tumbuh bagaikan jamur di musim hujan,” ujarnya.

“Tugas kurnalis adalah mencari dan menyajikan informasi, dan kewajiban kami adalah menyampaikan informasi. Oleh karena itu, dua sisi ini harus saling membantu,” sambung Sekprov.

Ia menyatakan, Pemerintah selalu berusaha menjaga kemitraan dengan membangun kerja sama dalam penyampaian informasi.

“Saya berharap dapat menerima petunjuk yang ideal dalam membangun kemitraan dengan media sehingga tidak salah dalam mempedomani Undang-undang Pers dan Kode Etik Jurnalis,” imbuhnya.

Sekprov juga menambahkan, dengan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan ini, wartawan sudah memahami pesoalan etik dan hukum terkait pers.

“Saya berharap pula, setiap wartawan telah memiliki modal dasar dalam menjalankan profesi seperti sikap profesional terhadap narasumber, tidak mengintimidasi, sikap berimbang, konfirmasi, sampai dengan sikap independen dan berpihak pada kepentingan publik di tahapan yang lebih rumit,” pungkasnya.

Baca Juga  Besok Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku Bahas Usulan PSBB

Sementara itu, Anggota Dewan Pers, Ahmad Jauhar dalam kesempatan yang sama mengingatkan peran wartawan. Menurutnya, melalui uji kompetensi wartawan tujuannya ialah membedakan mana pers yang benar, mana wartawan yang profesional dan mana wartawan yang tergolong abal-abal.

Ahmad juga menyentil wartawan untuk tidak sekadar membuat berita tapi juga memikirkan aspek dalam bernegara dan berbangsa.

“Dengan demikian, implikasinya kita harus membuat pemberitaan yang menyejukkan, menyegarkan dan mencerdaskan. Tidak sebaliknya memanas-manasi dan sebagainya,” ujarnya.

“Semua itu sudah diatur dalam kode etik jurnalistik, makanya kalau mau jadi wartawan yang profesional seharusnya dan selayaknya lulus uji kompetensi wartawan tahun ini,” paparnya.

Ahmad juga mengingatkan, jika sudah menjadi wartawan yang profesional mestinya tidak lagi berurusan dengan amplop karena itu akan melemahkan fungsi dari jurnalisme.

Baca Juga  Cucu dari Legenda Reggae, 9 Fakta Skip Marley yang Baru Debutkan EP

Ia pun berharap pemerintah dalam menyosialisasikan program kerjanya tidak harus memberikan semacam rilis dengan duit sebagai penggantinya, melainkan mencerdaskan teman-teman pers dengan membuat kegiatan semacam UKW atau memberikan mereka pelatihan jurnalistik dan pemahaman kode etik.

“Itu akan kami lebih apresiasi ketimbang sekadar memberikan uang. Kalau uang besok sudah selesai, kalau pengetahuan akan selalu melekat di kepala dan bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

(red/tsc)