Sepanjang Laut Telutih: KM Rasuna dan Segala Kenangan

oleh -279 views

KM Rasuna kemudian berlayar melewati desa-desa di pesisir Tehoru-Telutih. Untuk rute ke Ambon Rasuna berangkat dari arah timur Pulau Seram melewati Desa Werinama, Atiahu, Lahakaba, Ulahahan, Laimu, Tehua, Lafa, Wolu, Telutih Baru, Mosso, Hatu, Yaputih, Tehoru lalu berlabuh semalam di pelabuhan Tehoru. Besoknya baru berangkat ke Kota Ambon dengan pelabuhan singgah di Desa Tulehu. Di atas kapal Rasuna itulah, anak-anak pesisir dari berbagai desa di Telutih-Tehoru bertemu dan saling kenal. Mereka berteman, namun kadang juga berujung dengan salah-paham kecil.

Rasuna, selain alat transportasi, ia telah menyulap ruang waktu berlabuh sebagai pertemuan sekaligus perpisahan. Ia menjembatani mimpi, harapan, dan kepolosan anak-anak kampung yang berani bertaruh nasib di perkotaan. Karena Rasuna jua-lah, para orang tua di desa-desa rela menaruh kerinduan tak terputus pada anak-anaknya agar pulang ke kampung halaman.

Baca Juga  PLN Edukasi Warga Batabual soal Keselamatan Listrik dan Pemanfaatan PLN Mobile

Menanti Kiriman

Anak-anak desa itu sudah tiba di kota Ambon. Mereka kemudian bersekolah, bekerja, dan merantau disana. Setelah tiba di kota, sebagian besar dari mereka kerap menunggu kiriman uang dan makanan dari orang tua dan sanak saudaranya di kampung-kampung. Saat itu belum ada ATM, Bank terdekat, Handphone atau Mobile Banking. Orang biasanya menitipkan surat, uang atau kiriman-kiriman makanan ke mereka yang hendak ke Kota Ambon. Adapun beberapa makanan yang biasa dititipkan seperti, sagu kering, ikan kering, buah, dan roti. Itupun sekali sebulan, kadang juga tidak sama sekali. Saat-saat itu, menunggu jadwal tiba Rasuna sama halnya dengan memastikan stok makan tetap aman. Jika tak ada kiriman yang datang, mereka harus rela “mengikat perut” berhari-hari. Kalau pun ada kiriman makanan, mereka biasanya saling berbagi kiriman dengan tetangga kos-nya.