Sepanjang Laut Telutih: KM Rasuna dan Segala Kenangan

oleh -281 views

Rasuna selain berjasa menghubungkan akses desa dengan  kota secara mudah,
ia juga memberi kesan tentang kerasnya petaruhan hidup di kota yang sering beriringan dengan kemajuan. Rasuna juga telah membuktikan desa sebagai arena sosial yang solider sekaligus terpinggirkan dari kota yang sarat akan ekspektasi dan kemajuan. Dalam pertentangan-pertentangan itulah, Rasuna adalah ruang waktu sosial yang kemudian membentuk geliat dan keberenanian hidup orang-orang desa untuk merantau ke Kota. Sayangnya, riwayat hidup Rasuna kini tak lagi tersisa. Ia dilanda peristiwa naas lalu terbakar. Menyatu dengan laut Tulehu.

Rasuna (sumber : Moluks Historisch Museum)

Anasir Sosial
Rasuna adalah kapal yang telah menjadi “peristiwa sosial antropologis” menyangkut kisah hidup orang-orang di pesisir Tehoru-Telutih. Sebagai kapal yang menghubungan desa-desa di Tehoru-Telutih dengan Kota Ambon,  ada banyak sekali peristiwa sosial-ekonomi yang bisa dijelaskan untuk memetakan interkasi desa dengan kota. Rasuna secara langsung telah mengitervensi gaya hidup orang-orang di pesisir desa Tehoru-Telutih. Baik dari segi kondisi ekonomi, budaya popular (pop culture) hingga kelas sosial dan pertaruhan ekonomi.

Meminjam Hatib Abdul Kadir (2012:16) bahwa pada akhirnya banyak sekali ruang yang ternyata dibuat oleh subjek secara aktif. Dengan kata lain, masing-masing orang kemudian dapat membentuk pengalamannya terhadap ruang yang bersentuhan langsung dengan pengalaman sosial yang ia alami. Rasuna adalah salah “ruang” yang lebih banyak membentuk pengalaman sosial orang Tehoru-Telutih saat terhubung dengan kota Ambon di masa-masa awal interaksi .