Sepanjang Laut Telutih: KM Rasuna dan Segala Kenangan

oleh -283 views

Konstruksi keruangan inilah yang menjadikan Rasuna sangat ketat nilai sekaligus kontestatif. Pada satu sisi ia telah memberi standar terhadap kelas sosial, namun pada sisi lain kelas sosial tersebut tidak bersifat tetap melainkan kontestatif dan berubah-ubah. Misalnya saja, saat Rasuna seolah memberi batas tegas pada status sosial orang-orang disana : antara mereka yang terpandang dalam masyarakat (kelas atas) hanya karena pergi ke Ambon, dan mereka yang tetap tinggal di desa sebagai masyarakat menengah ke bawah. Padahal ketika ke Kota, orang-orang desa ini justru menjadi kelas terbawah di hadapan struktur masyarakat kota. Mereka menderita, karena jauh dari akses kiriman uang, harus merantau, menahan lapar atau menjadi pekerja kasar.

Baca Juga  Ratusan Juta Upah Tukang Proyek WC di Banda Naira Diduga Belum Dibayar

Rasuna telah meletakan satu periode sosial tersendiri bagi masyarakat Tehoru-Telutih. Namun periode sosial tersebut tidak-lah permanen. Periode sosial yang diletakan oleh Rasuna, bersifat tentatif karena menyilangkan ketertinggalan serta kemajuan desa dan kota secara berselingan. Ada masa dimana kota dianggap keras sedangkan desa jadi tempat ternyaman dan solid.  Sebaliknya, ada masa dimana kota dianggap maju dan desa dianggap tertinggal. Periode yang diletakan Rasuna ini kemudian menjadi transisi ketika orang-orang Tehoru-Telutih membicarakan tentang kemajuan, perkembangan akses ke perkotaan, sekaligus merayakan segala jenis kenangan tentang keterpinggiran. (*)