Sketsa Kekerasan Perempuan Pedesaan

oleh -453 views

Bahkan disampaikan juga oleh suadara pelaku (suami korban), kase (kasih) penjara supaya dia rasa”.

“Pernyataan itu, membuat saya berpikir sampai ke pengadilan. Kalau begitu keputusannya, dan pada saat di pengadilan kita akan berhadapan dengan wartawan. Pasti mereka tanya, dalam kasus itu siapa saksinya. Maka yang dijawab adalah, kedua anak dari adik saya, Nona yang duduk di bangku kelas 6 SD dan satunya masih kuliah,” jelasnya.

Bila sudah berada di pengadilan, para wartawan akan menulis “Anak dan Mama Penjarakan Bapaknya”.

Mendengar penyampaian tersebut, membuat kedua anaknya meneteskan air mata.

Dari perbuatan pelaku, suami dari adiknya ini, menurutnya, kami merasa marah. Sementara, di bulan Desember 2023 lalu, korban mendapat perlakuan yang sama, tapi tidak sampai terjadi pemukulan.

Baca Juga  Iran Ancam Gunakan “Senjata Baru” yang Sangat Ditakuti AS

“Memang adik saya, Nona ini belum bisa bekerja banyak. Karena kepalanya masih bengkak dan rasa sakit, namun sudah minum obat hipertensi dan kolestorol secara rutin,” ujarnya.

Melihat kondisi yang dialami korban dalam setiap rutin mengkomsi obat ini, dia akan merasa pikiran setiap saat. Tentunya, salah satu cara harus perbanyak memberikan pencerahan lewat hal-hal positif agar tak menambah beban keluarga.

“Anehnya lagi, adik saya ini, bila dihitung kasus seperti ini, tidak bisa hitung banyaknya. Karena mulai dari nikah tahun 2000 sampai sekarang selalu mendapat perlakuan seperti, pemukulan yang dipengaruhi oleh minuman keras. Dan seingat saya itu, dia pingsan beberapa kali usai dipukul oleh suaminya,” terangnya, saat menjelaskan dengan nada kesal.

No More Posts Available.

No more pages to load.