Kemudian ketika ingin memperoleh pelayanan kesehatan (24 persen) dan berhubungan dengan pihak administrasi dan guru di sekolah negeri (16 persen).
“Alasan utama memberi uang supaya urusan cepat selesai, 57,6 persen,” ungkap Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi.
Ia mengungkapkan persoalan korupsi bukan semata-mata melibatkan elite politik dan pengusaha saja.
“Ini juga sesuatu yang street corruption, itu juga turut menyumbang toleransi publik terhadap praktik korupsi,” tutur Burhanuddin.
“Ini patut dicermati oleh penyelenggara negara kita,” sambung dia.
Survei tersebut dilakukan pada periode 18-24 Mei 2022 dengan melibatkan 1.213 responden. Pengambilan data melalui metode wawancara telepon. Metode sampel diambil secara acak dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (red/cnn-indonesia)









