11 Warga Maba Sangaji, PT Position, Bayang-bayang Kriminalisasi dan Ujian Keadilan

oleh -404 views
Aliansi Masyarakat Adat Bergerak membacakan pernyataan sikap di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Soasio, Tidore, Kota Tidore Kepulauan pada Kamis, 5 Juni 2025.

“Apakah benar bukti-bukti sudah lengkap? Apakah saksi sudah diperiksa secara menyeluruh? Atau ini hanya cara cepat untuk membungkam perlawanan?” tanya Suarez.

Kondisi para keluarga pun kian memprihatinkan. Beberapa dari yang ditahan adalah tulang punggung keluarga. Anak-anak mereka kini hidup tanpa nafkah, dan para istri harus berjuang sendiri menjaga rumah dan kebun.

Dari Kampung ke Meja Hijau: Perjuangan Belum Usai

Kasus Maba Sangaji adalah potret telanjang dari konflik agraria di Indonesia. Di satu sisi, ada komunitas adat yang masih menjaga ruang hidupnya secara turun-temurun. Di sisi lain, hadir korporasi tambang yang mendapatkan izin negara untuk mengeksploitasi tanah tersebut.

Perjuangan warga Maba Sangaji mungkin belum usai. Apa yang akan diputuskan di meja hijau bukan hanya akan menentukan nasib 11 orang, tetapi juga akan menjadi ukuran keberanian negara dalam menegakkan keadilan ekologis dan hak masyarakat adat.

Dalam sorotan publik dan tekanan dari kelompok masyarakat sipil, hakim kini menghadapi ujian terbesarnya: apakah keadilan akan tunduk pada modal, atau berdiri tegak bersama rakyat kecil? (Tim)

Baca Juga  Lantik 59 Kepala Sekolah, Wali Kota Ambon Tegaskan Merit System dan Larangan Pungli

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com

No More Posts Available.

No more pages to load.