Porostimur.com, Tel Aviv – Ketegangan diplomatik memanas setelah Presiden Belarusia Alexander Lukashenko melontarkan pernyataan kontroversial yang menyamakan serangan militer Israel di Gaza dengan tragedi Holocaust pada masa Nazi Jerman.
Pemerintah Israel merespons keras pernyataan tersebut dan menuduh Lukashenko menyebarkan narasi anti-Semit, sekaligus mengecam perbandingan yang dinilai tidak dapat diterima.
Pernyataan Lukashenko disampaikan dalam wawancara dengan Al Arabiya, di mana ia mengkritik keras operasi militer Israel di Gaza serta menyinggung meningkatnya kemarahan komunitas internasional terhadap Tel Aviv.
Pernyataan Picu Kecaman
Dalam wawancara itu, Lukashenko menyebut bahwa tindakan Israel di Gaza telah memicu penilaian negatif global yang sulit diperbaiki.
“Mereka telah menerima peringkat seperti itu di komunitas internasional sehingga hampir tidak mungkin menjadi lebih buruk setelah membom Gaza,” katanya.
Ia bahkan menyinggung kembali sejarah Holocaust dengan nada kritik tajam.
“Banyak yang bahkan menengok ke belakang dalam sejarah: ‘Holocaust apa? Holocaust apa yang bisa dibicarakan Israel ketika mereka telah membunuh begitu banyak orang, terutama perempuan dan anak-anak?’,” lanjutnya.
Lukashenko juga mengklaim bahwa Gaza telah “dihapus dari muka Bumi” serta mengkritik wacana pembangunan kawasan baru di wilayah tersebut.









