Dinasti Sultan versus Dinasti Jokowi

oleh -1 Dilihat

Terlebih lagi, isu yang dilontarkan Ade sangat sensitif ketika regenerasi kesultanan sedang atau akan berlangsung. Pembicaraan-pembicaraan apakah sultan yang bergelar Khalifatullah dapat diwariskan kepada anaknya yang perempuan atau kepada adiknya yang lelaki, masih ditutupi mereka. Meski pembicaraan ini telah berlangsung atau selesai beberapa tahun lalu, gegara Ade Armando, isu ini bisa muncul kembali.

Sultan Hamengkubuwono adalah Sultan yang dikenal simbol kearifan dan tertua yang masih hidup di Indonesia. Pada tahun 1998, ketika reformasi terjadi, semua kelompok perjuangan, khususnya oposisi, seperti Amin Rais, Gus Dur dan Megawati berkeyakinan bahwa pengambil alihan kekuasaan dari Suharto tidak akan mulus jika Sultan tidak dilibatkan. Olehkarenanya, kala itu, semua aktifitas politik anti Suharto selalu menghadirkan Sri Sultan. Dan memang, kehadiran sultan diakui sebagai penggenap upaya klaim sebuah politik kebangsaan, kenegarawanan dan keberlanjutan NKRI. Reformasi berlangsung mulus.

Baca Juga  Kecam Sikap PT NHM, Ketua SMIT: Kritik Rakyat Jangan Dibalas Ancaman Hukum

Apa maksud Ade Armando menyerang Sri Sultan dan Kesultanan?

Dalam prasangka baik, sebagai dosen dan intelektual, tentu bisa jadi Ade melakukan “judgement” ilmiah. Namun, tentu saja ini kekurangan Ade yang kurang melihat bahwa orang-orang sudah melihat dia bukan lagi bagian masyarakat ilmiah. Ade sudah dianggap politikus.

No More Posts Available.

No more pages to load.