Selama bertahun-tahun ilmuwan Kuba mengembangkan vaksin untuk berbagai penyakit, termasuk hepatitis, tetanus, dan meningitis meningokokus yang menjadi fokus Dr Sierra.
“Semua itu menjadi platform pengembangan vaksin Covid-19,” kata Dr Perez-Machado.
Mencari Relawan
Sebagai negara miskin, Kuba tidak mungkin menggelar uji klinis di beberapa negara. Namun, setiap orang di Kuba bersedia menjadi relawan uji klinis.
“Saya berada di rumah pada Sabtu pertama Maret lalu ketika dokter mengetuk pintu saya,” kata Gretel Escalona, ibu seorang anak berusia 22 bulan yang tinggal di lingkungan Playa di Havana. “Blok saya dipilih untuk uji coba fase ketiga Soberana-02. Saya memenuhi semua persyaratan; muda, sehat, dan dalam usia subur.”
Escalona mengunjungi situs vaksinasi di sebuah klinik tidak jauh dari Casa de la Musica yang terkenal di Havana. Menurut Escalona, semua orang yang berada di situ senang menjadi bagian uji klinis.
“Kami senang menjadi bagian eksperimen ini. Orang-orang sangat mempercayai ilmuwan Kuba,” kata Escalona.
Vicente Verez Bencomo, direktur jenderal Institut Vaksin Finlay di Havana, adalah orang yang bertanggung jawab atas tiga kandidat vaksin Soberana.
Kepada jurnal ilmiah Nature, Bencomo mengatakan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyeru akan vaksin dikembangkan sejak Mei tahun lalu.




