Rolando Berrio, penduduk Santa Clara, mengatakan vaksin buatan dalam negeri melambangkan kembalinya kehidupan.
Santa Clara adalah kota persimpangan tempat Che Guevara memenangkan pertempuran terbesarnya, yang mengantar revolusi komunis emmimpin Kuba. Ini juga kota yang digerakan musik, teater, dan tari.
Kota itu mati ketika pandemi muncul. Tidak ada ruang publik untuk berekspresi, dan seni seolah mati.
“Namun negeri pulau yang saya cintai ini menghasilkan keajaiban, dalam pertemuan sjarah, mimpi, pengorbanan, kesalahan, sampai kesuksesan,” kata Berrio.
(red/jernih)




