“Kami harus meninggalkan proyek lain, karena tidak mungkin tidak fokus pada pekerjaan ini,” katanya.
Tak Memenuhi Syarat COVAX
Pendapatan per-kapita Kuba di atas 4.000 dolar, Rp 57 juta, per tahun. Artinya, Kuba bukan negara miskin dan tak memenuhi syarat sebagai penerima vaksin gratis COVAX.
Namun, pendapatan per-kapita tidak mencerminkan kesejahteraan suatu negara. WHO juga tidak mempertimbangkan keruntuhan ekonomi Kuba yang membuat negara itu nyaris tak bisa memberi makan rakyatnya.
Secara kasat mata, Kuba adalah miskin. Program ekonomi Raul Castro — dinasti terakhir Keluarga Castro yang berkuasa di Kuba — gagal akibat pandemi virus korona.
Sebagai negara yang dianggap ‘tidak miskin’, Kuba harus membeli vaksin untuk rakyatnya. Padahal, setiap hari orang antre mendapatkan makanan dan kebutuhan lainnya.
“Jadi, Kuba harus membayar dan kami tidak punya uang,” kata Amilcar Perez Riverol, veteran laboratorium Kuba.
Bencomo mengatakan; “Ada masalah lain. Di seluruh dunia, negara-negara kaya menimbun vaksin.”
Menggunakan infrastruktur yang dibangun tahun 1980-an, ilmuwan Kuba bekerja mengatasi semua ini. Mereka menggunakan kembali metode lama untuk menghasilkan vaksin.
Skeptisisme
Langkah yang dilakukan ilmuwan Kuba menjadi berita utama di semua media. Publik Kuba bangga atas semua yang diberikan ilmuwannya.




