Kudeta

oleh -190 views

Boki Nukila yang terancam membawa Deyalo berlindung di Tidore. Namun kelompok Tarawuse dan Portugis memburu mereka hingga melarikan diri ke Jailolo. Adnan Amal dalam “Maluku Utara, Perjalanan Sejarah 1250 – 1800” menyebut, dalam sebuah pertempuran di Jailolo, Deyalo tewas tertembak. Tarawuse menguasai tahta Ternate. Pati Sarangi diangkat sebagai mangkubumi. Keinginannya menjadi Sultan ternyata tak mendapat respons serius dari Gubernur De Menezes. Koalisi mereka pecah berantakan setelah Tarawuse yang kecewa bertindak melawan Portugis yang mulai aktif mengatur masalah internal Kesultanan.

Secara licik, De Menezes mengatur kudeta terselubung untuk menyingkirkan Tarawuse. Kalangan istana disusupi. Muslihat jahat dijalankan. Adik ketiga Sultan Bayanullah ini ditemukan tewas karena diracun di istananya. Pati Sarangi sekali lagi ikut bermain api. Tewasnya Tarawuse membuat Portugis beralih pada adik Deyalo. Tahun 1529 – tahun yang sama saat kakak dan pamannya tewas secara mengenaskan – Boheyat diangkat sebagai Sultan Ternate ke IV dengan gelar Abu Hayat II. Ia berkuasa hingga tahun 1532. Pada masanya, Ternate makin aktif berhubungan dagang dengan Portugis. Dua surat Sultan Abu Hayat II ke Raja Portugis dalam aksara arab diakui sebagai manuskrip melayu tertua di dunia dan saat ini masih tersimpan di museum Lisabon.