Porostimur.com, Namlea – Muhammad Roem Soplestuny lengkapnya, pria kelahiran Namlea 10 November 1986 ini, lahir, tumbuh dan berkembang bersama dengan masyarakat Namlea hingga saat ini. Ayahnya merupakan seoarang pejuang negara yang berprofesi sebagai Tentara Nasional indonesia (TNI) dan ibunya merupakan seorang pahlawan tanpa jasa (guru), jadi bisa dikatakan Soplestunny memang sudah terlahir dari kalangan keluarga pilihan untuk diabdikan dirinya bagi negri ini, bangsa dan negara.
Sejak kecil hingga dewasa Muhammad Roem Soplestuny (MRS) memang dikenal santun, rama dan religius. Dia menghabiskan masa pendidikan dasarnya pada SD Alhilal 1 Ambon, dan lanjut pada sekolah menengah pertama di SMPN 1 Namlea, usai menyelesaikan pendidikan menengah pertamanya dia lanjut masuk mengikuti pendidikan menengah atas pada SMAN 1 Namlea.
Pendidikan bagi MRS adalah pandasi awal menuju kesuksesan maka tidak sampai disitu perjuanganya. Usai menyelesaikan pendidikan SMAnya, MRS kembali melanjutkan pendidikan tingginya pada Universitas Dr. Soetomo Surabaya dengan mengambil kosentrasi strata satu jurusan ekonomi pembangunan. Selain aktif dalam urusan internal akademik dan kemahasiswaan, MRS juga sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan eksternal.
Mantan Ketua Komisariat Ibnu Sina serta pengurus Cabang HMI Surabaya itu sangat responsif dan agresif terhadap kegiatan-kegiatan kemanusian dan keadilan.
Sebagai kaders HMI tentunya disiplin keilmuan dan pengetahuan tidak dapat diragukan lagi, karena didikan HMI memang sangat berbeda, apalagi soal kepemimpinan dan metode persidangan mungkin menjadi sarapan pagi setiap insan cita.
Ya begitulah singkatnya perjalanan awal MRS dalam menitih masa-masa pendidikanya,
Pria berdarah hijau hitam itu yang juga mantan Wakil Ketua Bidang KNPI Yaser Kaisuku dan Ketua MPI KNPI Sudirman Talessy itu rupanya ditakdirkan menjadi pemimpin bagi masyarakat Buru. Hal ini dibuktikan dengan mencoba terjun ke dunia politik yang syarat akan kepentingan. Maka dengan sebuah keyakinan diri pada tahun 2014, MRS optimis mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Buru dari Partai Golkar, Dapil Waeapo-Batabual.
Alhasilnya takdir Allah dikehendaki, dia diberikan mandat dan kepercayaan dari masyarakat untuk duduk di lembaga yang terhormat itu dengan perolehan suara terbanyak di semua dapil yakni 2.879 suara.
Dengan keberhasilan itu MRS dipercayakan menjabat sebagai ketua komisi B dan berlanjut sebagai ketua fraksi-golkar DPRD kab. Buru
Karirnya sebagai politisipun kian berkembang pesat, hingga pada Pemilu Tahun 2019 lalu, lagi-lagi MRS yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi (OKK) DPD II PG Buru itu, kembali meraih suara terbanyak dari semua dapil yakni 2. 340 suara.
Dengan prestasi dan keberhasilan capaiannya yang luar biasa itu, MRS kemudian dipercayakan oleh Partai Golkar sesuai mekanisme Undang Undang serta Juklak Partai Golkar, sebagai Ketua DPRD Buru sekaligus sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru hingga saat ini.
Bahkan dirinya kini menjadi salah satu kaders partai dari sekian kaders petensial yang ada, yang jika dinilai dari berbagai aspek, baik dari sisi individual, kapasitas, ekonomi maupun pengalaman politik telah mumpuni dan bisa diorbitkan menjadi Bakal Calon Bupati Buru 2024 nantinya.
Bila disinggung soal kesiapan dirinya untuk menuju perhelatan politik di 2024, pada prinsipnya partai golkar mempunyai mekanisme dan aturan main dengan sendirinya, serta selalu mengedepankan responsif publik dalam satu konsep rilisan survey.
Partai golkar juga memiliki banyak kaders potensial yang bisa dan siap diorbitkan menjadi bakal calon bupati dan wakil bupati buru kedepanya, diantaranya ada M. Rum Soplestuny, (MRS) Gadis Siti Nadia Umasugi (GSNU), Jaidun Saanun (JS), Iksan Tinggapy ,(IT,) Rustam Mahulette (RM) Alfariatuh A Marasabessy, (Ria) Marsel Besan (MB) Rully Mandani Hentihu (RH) dan Ye Seh Assagaf, itu menandakan bahwa Golkar kaya akan figuritas dan kaders potensial yang mumpuni dan siap bertarung dengan siapapun.
Oleh karena kesiapan itu, siapapun yang memperoleh restu dan dukungan partai serta mendapat mandat dan kepercayaan dari rakyat, Maka golkar akan solid dan tetap satu untuk siap bertarung dengan segala kesiapan dan menerima segala tantangan dan konsekwensi politik nantinya, dengan satu harapan dan tekad bahwa apa yang sudah diciptkan dan ditinggalkan oleh RU sebagai bupati buru 2 periode yang juga mantan ketua DPD II PG Buru yang kini telah menjadi ketua DPD I PG Maluku, akan dipertahankan, dilanjutkan bahkan ditingkatkan lagi dengan segala usaha, terobosan ide, konsep dan gagasan-gagasan baru yang akan di tuangkan dalam program-program kerja pemerintahan birokrasi nantinya.
Dan sebagai kaders partai juga bertanggungjawab sepenuhnya untuk mempertahankan, meningkatkan serta membesarkan partai golkar dikabupaten buru khsusunya.
Semoga kita semua dapat bergandeng tangan, bahu-membahu membangun negri bupolo ini ke arah yang lebih baik lagi, dengan berpolitik secara sehat aman dan damai. (*)











