“Saya juga perlu sarankan kepada Stp Labuha agar bisa membuka jurusan tambahan seperti jurusan tata boga kemudian operator alat berat dan bahasa mandirin. Karena lanjut ilham kita di Halsel masih cukup minim untuk penyediaan tenaga kerja yang sudah memliki skil di tiga item itu”, tuturnya
Ilhan sangat menyayangkan minimnya tenaga operator di Halmahera Selatan. “Karena di Halsel yang memiliki keahlian di tenaga operator masih sangat minim bahkan, dengan adanya penerimaan tenaga operator oleh perusahaan kita dengan jumlah yang banyak, kita di Halsel yang mendaftar hanya beberapa orang”, tandasnya.
Dirinya berharap program Disnaker dapat di akomodir oleh pihak terkait sehingga Disnaker dapat menyediakan tenaga kerja yang sudah dilatih mental dan keahliannya untuk menutup kebutan tenaga kerja di perusahaan khususnya putar daerah.
“Insya Allah diakomodir, sehingga di tahun 2022 kita sudah bisa membuka pelatihan alat berat dengan lama waktu pelatihan selama enam bulan”, harap Ilham. (adhy)










