Pers Indonesia Genting: Kekerasan dan PHK Jurnalis Meningkat!

oleh -354 views
Sejumlah jurnalis berunjuk rasa di depan kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, menolak aksi kekerasan yang dilakukan aparat TNI AU terhadap pewarta foto di Pekanbaru, Riau. FOTO: Ruht Semiono/ SUARA PEMBARUAN

Porostimur.com, Jakarta– Kondisi pers di Indonesia lagi genting. Tindak kekerasan terhadap jurnalis atau wartawan terus terjadi bahkan kasusnya makin meningkat. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di industri media massa kian menjadi-jadi. Negara harus segera menyelamatkan pers!

Dewan Pers mencatat PHK di industri media melonjak sejak 2023 hingga 2024. Setidaknya 1.200 jurnalis dan karyawan media terdampak kebijakan itu. Angka tersebut bisa saja lebih besar karena tidak semua perusahaan media melaporkan secara resmi PHK terhadap karyawannya.

Hingga Mei 2025, setidaknya ada beberapa perusahaan media yang melakukan PHK massal karyawan, yakni MNC Group, CNN Indonesia, Kompas TV, TVOne, ANTV, MDTV (NET TV), SEA Today, dan Republika

Baca Juga  Bagi-bagi PI Blok Masela: Cermin Ketidakjujuran vs Kebodohan

Kenapa PHK Massal Terjadi di Industri Media? 

Salah satu penyebab PHK massal di industri media adalah menurunnya pendapatan perusahaan akibatmaraknya platform digital dan media sosial. 

“Berkurangnya nilai iklan di media berdampak besar pada perusahaan. Sebab, penerimaan terbesar perusahaan media saat ini masih berasal dari iklan,” kata Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu saat peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/5/2025).

No More Posts Available.

No more pages to load.