Salah Asuhan Penyebab Indonesia Karut-Marut

oleh -4 Dilihat

Ada kolonialisme yang lebih halus: kolonialisme dalam cara mengetahui.

Linda Tuhiwai Smith menunjukkan bagaimana penelitian modern terhadap masyarakat pribumi secara historis tidak dapat dipisahkan dari relasi kuasa kolonial. Boaventura de Sousa Santos mengembangkan kritik serupa melalui gagasan Epistemologies of the South: dunia tidak hanya memiliki satu pusat pengetahuan, dan pengalaman masyarakat yang selama ini dimarjinalkan dapat menjadi sumber epistemologi sendiri.

Pertanyaan ini relevan bagi Indonesia: Apakah Indonesia hanya objek pengetahuan, atau dapat menjadi subjek yang menghasilkan pengetahuan?

Merdeka Secara Politik, Belum Tentu Merdeka Secara Epistemologis

Indonesia merdeka pada 1945. Tetapi kemerdekaan politik tidak otomatis menghasilkan kemerdekaan epistemologis.

Kita dapat memiliki negara sendiri tetapi masih menggunakan ukuran orang lain.

Baca Juga  Rocky Gerung di STPN: Konflik Agraria Bukan Sekadar Perebutan Tanah, Tapi Pertarungan Makna

Kita dapat memiliki universitas sendiri tetapi masih menganggap teori dari luar lebih tinggi daripada konsep yang lahir dari pengalaman sendiri.

Kita dapat memiliki hukum sendiri tetapi masih mengabaikan hukum yang hidup dalam masyarakat.

Kita dapat memiliki sistem pemerintahan sendiri tetapi terus mengimpor model kelembagaan tanpa cukup memahami konteks sosial yang membuat model tersebut bekerja di tempat asalnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.