Lebih lanjut, dia mengatakan,pasangan JUJUR memiliki modal kepuasan masyarakat Kabupaten Halbar, untuk menghadapi Pilkada 2024. Berdasar hasil survei Sinergi Data Indonesia, lanjut dia, tingkat kepuasan masyarakat Halbar terhadap kinerja pemerintahan JUJUR pada bulan November 2022 lalu berada di angka 73,69 persen.
“Tingkat elektabilitas pasanganinkumben cukup tinggi,di angka 35 persen. Bulan November 2023 nanti, kami akan kembali melakukan survei tingkat kepuasan dan elektabilitas, untuk mengukur performa pemerintahan JUJUR. Beberapa politisi daerah juga akan kami potret, sebagai gambaran kompetitor JUJUR di Pilkada nanti,” jelas James.
Secara terpisah, Wakil Bupati Halbar, Djufri Muhammad mengatakan, retaknya koalisi Partai Nasdem dan Partai Demokrat di tingkat nasional, tak mempengaruhi koalisi dan konsolidasi yang sudah terbangun baik di sejumlah daerah. Sebab, penjajakan dan pencalonan di Pilkada dilakukan oleh jajaran pengurus partai di daerah.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Halbar ini menegaskan, situasi politik di tingkat nasional tidak akan mengganggu deklarasi JUJUR Jilid II, yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. “Itu (keretakan) koalisi Pemilu Presiden (Pilpres). Koalisi di Pilkada lain lagi. Saya pikir tidak berpengaruh,” ucap Djufri.









