Dini Hari Nanti, Inggris vs Denmark: Awas Kutukan Semifinal

oleh -69 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Tim Nasional (Timnas) Inggris akan menghadapi Denmark dalam laga semifinal Piala Eropa 2020 yang dilangsungkan di Stadion Wembley, Kamis (8/7) pukul 04.00 WIT. Laga ini bakal dijadikan momentum Inggris untuk bangkit, dan lepas dari kutukan semifinal yang melanda mereka.

Lantas, kutukan apa yang dimaksud? Semenjak Piala Eropa pertama kali digulirkan pada 1960, The Three Lions -julukan Inggris– tiga kali lolos ke semifinal, yakni pada 1968, 1996 dan 2020. Pada 1968 dan 1996, Langkah Inggris terhenti di semifinal, alias selalu terkena kutukan di babak tersebut.

Pada Piala Eropa 1968, Inggris kalah 0-1 dari Yugoslavia di semifinal. Kemudian pada 1996, giliran Jerman yang menyingkirkan Inggris via adu penalti dengan skor 6-5, setelah sebelumnya bermain 1-1 di waktu normal.

Kemudian sejak 2016, Gareth Southgate menangani Timnas Inggris. Ironisnya, Southgate juga identik dengan babak semifinal.

Sayangnya, Inggris lagi-lagi kalah, kali ini tumbang 1-3 di tangan Belanda. Karena itu, semifinal Piala Eropa 2020 merupakan semifinal ketiga Gareth Southgate dalam statusnya menangani Timnas Inggris.

Baca Juga  Gelar Operasi Pekat, Polda Malut Amankan 7 Pasangan Bukan Suami Istri

Sanggupkah Gareth Southgate lepas dari kutukan di atas? Peluang itu sangat besar, mengingat Inggris tampil meyakinkan di Piala Eropa 2020.

Inggris tidak terkalahkan dalam lima laga yang dijalani, tepatnya mengoleksi empat menang dan satu imbang. Tidak sampai di situ, gawang Inggris yang dikawal Jordan Pickford juga belum pernah kemasukan.

Catatan impresif itu diakui Pelatih Timnas Denmark, Kasper Hjulmand. Dia menyadari timnya tak diunggulkan pada pertemuan kedua tim saat ini.

Ia mengakui tim arahan Gareth Southgate memiliki kualitas lebih. Apalagi, Inggris akan tampil di hadapan para pendukung mereka di Stadion Wembley.

“Kami sangat menyadari bahwa kami akan menghadapi tim yang sangat kuat. Saya telah mengikuti tim Inggris dan pekerjaan FA untuk sementara waktu sekarang, dan telah melihat perubahan yang mereka buat, strategi di balik cara kerja Gareth Southgate,” ujar Hjulmand dilansir dari laman resmi UEFA, Selasa (6/7).

Baca Juga  Nelayan Latuhalat Ditemukan Selamat

“Kami sangat menyadari bahwa ini adalah negara yang kuat, tim yang sangat kuat bermain di kandang mereka dengan banyak dukungan,” ujarnya.

“Tetapi kami juga merasa bahwa kami berada di tempat yang baik. Kami memiliki beberapa pengalaman bagus melawan mereka. Kami percaya pada diri kami sendiri. Mereka adalah favorit, tetapi mereka harus bermain sangat baik jika ingin mengalahkan kami,” tambah Hjulmand.

Sementara di sisi lawan, pelatih Gareth Southgate diliputi kepercayaan diri tinggi jelang tampil di semifinal kali ini. Southgate meyakini Inggris bakal tampil lebih siap ketimbang lawan mereka.

Menurutnya, secara pengalaman The Three Lions jelas unggul ketimbang tim dinamit. Seperti diketahui, sejak menangani Inggris pada 2016 lalu, Southgate sudah dua kali mengantarkan pasukannya ke semifinal, yaitu di Piala Dunia 2018 dan UEFA Nations League (UNL) 2019.

Baca Juga  Lakalantas kembali picu ketegangan Hitu-Wakal

Sayangnya, ambisi Harry Kane dan kolega untuk meraih gelar juara selalu kandas. Untuk itu, Southgate meyakini Piala Eropa 2020 adalah momen tepat bagi timnya untuk mewujudkan mimpi mereka.

“Kami lebih siap untuk semifinal ini karena kami telah menjalaninya sebelumnya. Kami memiliki dua semifinal lainnya sebelum yang ini,” ujar Southgate. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.