Porostimur.com, Gaza – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Board of Peace (Dewan Perdamaian) telah mencapai kesepakatan mengenai perlucutan senjata Hamas dan seluruh kelompok bersenjata lainnya di Jalur Gaza. Menurut Trump, kesepakatan tersebut menjadi langkah penting menuju pemerintahan Palestina yang baru sekaligus menciptakan keamanan jangka panjang bagi kawasan.
Meski demikian, implementasi rencana tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Hamas menegaskan bahwa proses perlucutan senjata hanya akan dilakukan apabila Israel terlebih dahulu menarik pasukannya dari Gaza sesuai tahapan yang disepakati, sementara pemerintah Israel belum memberikan persetujuan resmi terhadap keseluruhan skema tersebut.
Berikut tujuh poin utama dalam rencana perlucutan senjata yang diumumkan:
Inventarisasi Senjata hingga Penarikan Bertahap Israel
Rencana tersebut mengatur penyusunan jadwal inventarisasi seluruh persenjataan dalam waktu 14 hari. Perpanjangan waktu hanya dapat dilakukan apabila disetujui komisi verifikasi internasional bersama seluruh pihak yang terlibat.
Seluruh proses inventarisasi dan penyimpanan senjata akan diawasi Komite Nasional Palestina, yang nantinya menjadi satu-satunya lembaga yang berwenang menguasai dan mengendalikan persenjataan di Gaza, dengan melibatkan berbagai faksi Palestina.
Dokumen kesepakatan juga menegaskan tidak ada senjata yang akan diserahkan kepada Israel ataupun pihak non-Palestina lainnya. Persenjataan hanya akan diamankan dalam mekanisme yang dikelola otoritas Palestina sebagai bagian dari proses transisi pemerintahan.
Pengawasan terhadap perlucutan senjata akan dilakukan oleh komisi verifikasi internasional, Pasukan Stabilisasi Internasional, serta kepolisian Palestina yang baru dibentuk. Tahapan tersebut berjalan beriringan dengan penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Gaza sesuai hasil verifikasi di lapangan.
Senjata Berat Jadi Prioritas
Tahap awal implementasi difokuskan pada inventarisasi dan penyimpanan persenjataan berat, fasilitas produksi senjata, gudang amunisi, serta jaringan terowongan yang selama ini digunakan kelompok bersenjata di Gaza.
Seluruh proses tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan Komite Nasional Palestina dan pasukan internasional yang ditempatkan untuk memantau pelaksanaan kesepakatan.
Tahapan perlucutan senjata juga dikaitkan langsung dengan implementasi rencana perdamaian yang lebih luas, termasuk penarikan bertahap pasukan Israel serta pembentukan pemerintahan sipil Palestina yang baru di Gaza.
Meski Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai “langkah monumental menuju perdamaian”, keberhasilannya masih bergantung pada pelaksanaan komitmen seluruh pihak. Hamas menyatakan perlucutan senjata baru akan dilakukan setelah Israel memenuhi kewajibannya menarik pasukan dari Gaza, sedangkan pemerintah Israel hingga kini masih menyampaikan sikap hati-hati terhadap implementasi rencana tersebut.
sumber: sindonews










