Dua Kubu di Fak Fak Bentrok. Polisi Sebut Ada Pihak Ketiga

oleh -46 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

porostimur.com | Fak Fak: Bentrokan dua kubu sempat pecah saat aksi massa di depan kantor Dewan Adat, Jalan Salasa Namudat, Fak Fak, Papua Barat, Rabu siang (21/8).

Peristiwa bentrokan ini melibatkan kubu yang datang dengan membawa bendera Bintang Kejora, dengan kubu lainnya yakni Barisan Merah Putih.

Dilaporkan kedua kubu sempat terlibat bentrok dengan menggunakan batu, kayu dan parang. Mereka juga saling lempar batu. Namun Kepolisian dan TNI berhasil meredam dan melerai bentrokan.

Link Banner

Pasukan yang diturunkan menangani unjuk rasa ini berasal dari TNI/Polri, serta tambahan 2 Kompi dari Brimob Kelapa Dua, Depok, Jabar. Dijadwalkan 2 kompi ini datang Rabu siang (21/8).

https://twitter.com/YohanTimo/status/1163998541984886785?s=20

Selanjutnya massa yang membawa bendera Bintang Kejora mundur ke arah timur. Sedangkan massa barisan Merah Putih tetap bertahan di depan kantor Dewan Adat.

Baca Juga  Gapura Bahasa diirusak OTK, 2 warga luka, 3 unit sepeda motor rusak

Untuk sementara situasi mulai membaik. Sedangkan aparat sudah mulai bisa mengatasi keadaan.

Bupati Fakfak Moh Uswanas sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan negosiasi dan mengetahui aspirasi yang diinginkan oleh pengunjukrasa.

Bupati pun berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Sayangnya ketika bupati pergi, terjadi saling serang antara kedua kelompok tersebut. Massa yang terlibat ribuan orang. Masing-masing pihak datang dengan sekitar 3.000 orang.

Sumber: YouTube Melans

Sesaat sebelumnya, terjadi unjuk rasa yang berujung ke tindakan anarkistis di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada Rabu (21/8/2019). Selain membakar Pasar Sentral Fakfak Tumburuni, massa juga membakar Kantor Dewan Adat.

Tias salah satu warga setempat mengatakan, pembakaran di Pasar Sentral Fakfak Tumburuni terjadi sejak Rabu (21/8/2019) pagi sekitar 06.00 WIT. Selanjutnya kantor Dewan Adat hangus dibakar massa.

Baca Juga  THR ASN Sudah Cair, Pemkab Halbar Alokasikan Rp.14,9 Miliar

Selain di Kabupaten Fakfak, demonstrasi terjadi di Timika, Kabupaten Mimika, Rabu (21/8/2109). Ribuan warga turun ke jalan untuk menyuarakan antirasisme yang dialami sejumlah mahasiswa Papua saat berunjukrasa di Malang, Provinsi Jawa Timur, pada 16 Agustus 2019.

Sumber: YouTube kuproy warawiri

Massa yang terdiri dari berbagai kalangan, baik orang dewasa, orang tua dan anak-anak, serta kaum perempuan datang dan berkumpul di halaman depan Kantor DPRD Kabupaten Mimika, di Jalan Cenderawasih Kota Timika, Rabu (21/8/2019). Sekolah-sekolah di Mimika diliburkan, terkait aksi massa tersebut.

Pengunjukrasa membawa spanduk bertuliskan kalimat-kalimat menentang tindakan rasisme. Spanduk lainnya bertuliskan “Kami Papua Cinta Damai”. Mereka juga meneriakkan yel-yel, sembari mengecam pihak-pihak yang melakukan tindakan tidak terpuji terhadap mahasiswa Papua di Malang, Jawa Timur. (red/windows/dtc/kcm)

Baca Juga  Hendak ke Sanana, MT Adriana XX Nyaris Tenggelam