IJTI Kediri Kecam Kekerasan yang Dilakukan Official Maluku FC Terhadap Wartawan

oleh -368 views
Link Banner

Porostimur.com, Kediri – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengecam tindakan yang dilakukan oleh ofisial Maluku FC terhadap wartawan yang tengah melakukan peliputan laga babak 32 besar Liga 3 Putaran Nasional grup W, yang mempertemukan Persedikab Kediri VS Maluku FC. 

Pada saat kejadian tersebut, ofisial Maluku FC melakukan tindakan yang tidak menyenangkan dengan menunjuk-nunjuk beberapa wartawan yang tengah melakukan peliputan.  Salah satunya Wartawan TVRI, CAS.

CAS sempat didorong oleh CEO Maluku FC di bagian dada dan ditunjuk-tunjuk dengan umpatan-umpatan yang tidak mengenakkan.

CAS mengaku, jika dirinya merasakan sempat dipukul di dada. Meski menghindar, namun pukulan itu sempat mengenai dirinya dan terasa sakit.

“Aku dipukul di bagian dada. Ada beberapa wartawan di belakangku tadi. Termasuk Antok jurnalis radio Andika. Yang melakukan pemukulan ofisial pelatih Maluku FC, yang tiba-tiba berlari ke arah saya, saat saya tengah megambil gambar. Dan memukul saya,” beber Canda. 

Baca Juga  Pengadilan Tipikor Ternate Hadirkan Mantan Bupati Sula dan Istri Sebagai Saksi Kasus Jembatan Air Bugis

Dalam melakukan tugas peliputan ini, setiap wartawan selalu memegang kode etik  peliputan. Saat kejadian  tersebut, wartawan juga diizinkan untuk melakukan peliputan. 

Sementara insiden terjadi di tempat terbuka, dimana setiap orang bisa mengetahui dan melihatnya.

Ketua IJTI Korda Kediri Roma Dwi Juliandi menyebut aksi yang dilakukan oleh ofisial Maluku FC itu sudah masuk kedalam ranah tindak kekerasan. Aksi tersebut masuk dalam kegiatan menghalang-halangi kegiatan jurnalistik dan melanggar UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Agar hal ini tidak terulang lagi, Kekerasan terhadap Jurnalis,  Roma  meminta kepada semua pihak untuk menghormati kerja wartawan karena mereka dilindungi oleh undang-undang.

“Profesi wartawan adalah profesi yang sangat rentan dengan adanya gesekan fisik  maupun verbal. Namun tidak hanya dengan rangkulan semua selesai. Mari sama-sama saling menghargai posisi masing-masing,” tegasnya.

Baca Juga  Mahkamah Konstitusi Harus Berani Keluar dari Kungkungan Pasal 158 UU Pilkada

Meski sempat terjadi ‘perdamaian’  dari kedua belah pihak, yang di mediasi oleh Kapolres Kota Kediri. Namun  dari IJTI Korda Kediri tetap meminta ofisial Maluku FC untuk memberikan pernyataan maaf secara terbuka. (red/jatimnews/koranmemo)

No More Posts Available.

No more pages to load.